Tampilkan postingan dengan label Institut Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Institut Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan

Jurnal Materi Delapan Kampus Ibu Pembaharu : Scale Up! Rayakan Solusi

Selasa, 14 Desember 2021


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabbarakatuuh

Tidak menyangka telah sampai di titik sekarang ini. Setelah berproses dari waktu ke waktu menantang diri sendiri untuk menguatkan pencarian dan pemahaman terhadap diri sendiri.

Manusia terlahir dengan takdir dan tantangannya masing-masing. Pun sebagai seorang perempuan dengan berbagai peranannya sebagai diri sendiri, istri juga ibu.

Pada tahap awal di kelas Bunda Sayang telah belajar bagaimana mendidik anak dengan baik, dilanjutkan belajar tentang seluk-beluk mengelola keluarga dengan baik di kelas Bunda Cekatan. Tidak berhenti di sana kami kemudian belajar menggali jati diri, berdaya dan mandiri di kelas Bunda Produktif. Hingga akhirnya tiba di kelas Bunda Salihah. Tempat belajar para perempuan, istri, ibu untuk mengukuhkan keberadaan dirinya agar lebih bermanfaat bagi diri, keluarga serta lingkungan di sekitarnya.

Apa yang sesungguhnya ingin dicapai di Kelas Bunda Salihah ini?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya kelas ini bertujuan agar para perempuan semakin tangguh berperan dan membawa dampak positif untuk lingkungannya. Mengusung 'tagline' Ibu Pembaharu : Dari Rumah untuk Dunia.

Maka para perempuan yang ada di kampus Ibu Pembaharu diharapkan dapat menjadi perempuan, ibu yang mampu menemukan masalahnya lalu mengubahnya menjadi sebuah tantangan untuk dipecahkan sehingga tercipta sebuah solusi yang dapat dirasakan semua pihak.

Ibu Pembaharu adalah tema yang diusung untuk ekosistem di kelas Bunda Salihah batch #1 Program ini sebelumnya sudah diperkenalkan saat Konferensi Ibu Profesional tahun 2019, di Yogyakarta.


Cinderamata Khas Kampus Ibu Pembaharu

Setiap perempuan yang berada di kampus Ibu Pembaharu akan membawa banyak cinderamata yang bisa dibawa pulang. Atau biasa disebut dengan "key takeaways". Semua yang belajar di kampus ini sangat diharapkan tidak hanya menyerap, tetapi juga dapat memproses semua ilmu yang didapatkannya agar diaplikasikan dalam kehidupannya. Ada 6 'key takeaways' yang ada di kampus Ibu Pembaharu, yaitu :

1. Keterampilan mengubah masalah menjadi tantangan dan menjadikannya solusi bagi dunia.

2. Keterampilan membangun team dan melatih kepemimpinan.

3. Keterampilan untuk menggagas sebuah ide kebaikan menjadi sebuah aksi nyata.

4. Keterampilan memetakan sumber daya yang dimiliki untuk kebaikan.

5. Keterampilan untuk membuat perubahan dan siap menghadapi perkembangan zaman.

6. Keterampilan untuk meningkatkan dampak bagi aksi yang dijalankan.

Itulah enam cinderamata yang seharusnya dapat dibawa pulang oleh semua mahasiswi kampus Ibu Pembaharu.


Lika-liku Perjalanan Pembelajaran

Saya secara personal selama menjalani masa perkuliahan selama 6 bulan dan mengikuti tahapan di kampus Ibu Pembaharu. Mulai dari tahap identifikasi masalahmu, temukan teman, pahami masalah, pilih tujuanmu, identifikasi aksimu, aaatnya berAKSI, apresiAKSI dan terakhir rayakan solusi. Pastinya juga merasakan dan mengalami lika-liku perjalanan dalam masa belajarnya yang harus pandai-pandai mengelola energi untuk bertahan tidak meredup semangatnya.

Alhamdulillah sejauh ini telah berusaha semaksimal mungkin lunas menunaikan tugas di kampus Ibu Pembaharu. Baik berupa delapan tantangan menulis jurnal dan reviu, mengikuti tiga event besar, serta menghasilkan portofolio berupa karya digital yang dikerjakan bersama tim.

Jurnal dan buddy review dikerjakan bergantian menggunakan platform blog atau instagram. Isian template setiap tugas per-pekan selalu kami koordinasikan. Tim Ruang Bicara juga bersepakat setiap Jumat sore diagendakan pertemuan daring. Membahas tugas jurnal dan juga yang berkaitan dengan proyek tim.

Sekali lagi puji syukur Alhamdulillah dengan tantangan kesibukan tiap anggota, kami tetap bisa saling memberikan dukungan dan prioritas maksimalnya. Ruang Bicara telah berhasil mengukir beberapa jejak kebermanfaatannya. Apa saja? Kerabat Rubi dapat melihatnya di video persembahan kami di sini.

Meskipun memang masih banyak yang perlu diperbaiki lagi dari waktu ke waktu. Sarana dan prasarana merupakan salah satu yang sangat saya harapkan dapat segera bisa diberikan keluasan rezeki agar dapat memiliki jaringan internet yang lebih stabil (pasang Wi-Fi). Gawai yang semakin berat karena dapur pacu sudah tidak kompatibel untuk diajak bekerja lebih keras. Sebab banyak aplikasi terkini yang membutuhkan ruang dan memori lebih besar contohnya Canva.

Sering saya terkendala untuk ikut membantu tim untuk desain karena untuk membukanya saya sulit atau error. Walaupun  terkait kendala ini sudah menyampaikan ke tim, bahwa terkait unggahan di media sosial saya akan lebih berkontribusi pada narasi untuk caption. Tetap saja masih merasa kurang maksimal.

Namun, secara keseluruhan selama di kelas Bunda Salihah telah berupaya maksimal sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan saya. Mengikuti materi perkuliahan, berdiskusi dan semua keterbatasan menjalankan apa yang telah menjadi kesepakatan tim.

Jadi apakah saya berhak lulus dari kelas bunda Salihah dan kampus Ibu Pembaharu? Jawabannya 'Ya'. Saya layak untuk lulus dari tahapan ini. Namun, seperti yang pernah saya sampaikan saat Live Sharing di Instagram Ruang Bicara, bahwa saya pribadi sangat ingin proyek ini terus ada, berkembang dan berkelanjutan.


Sebab tidak dipungkiri dengan semakin banyak bermunculan ke permukaan kasus KDRT dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak. Ruang Bicara dibutuhkan untuk memberikan edukasi dan alternatif solusi berbagi inspirasi.

Demikianlah jurnal ini dibuat dengan segala kesempurnaan kekurangan saya. Semoga kita semua selalu dilindungi dan dilimpahkan kebaikan-kebaikan dari sisi Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Salam Baik!


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabbarakatuuh


#scaleup

#jurnalpekandelapan

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia

Read More

Jurnal Umpan Balik Materi Ketujuh : ApresiAksi Ibu Pembaharu

Selasa, 07 Desember 2021

Alhamdulillah di pekan ini mendapatkan buddy yang luar biasa gercep. Bahagianya tiba-tiba dicolek dan diingatkan untuk segera menuntaskan kewajiban buddy review, sebelum Konferensi Ibu Pembaharu dilaksanakan.

Setelah mencoba membaca dan memahami jurnal mbak Andriyani yang berasal dari Ibu Profesional Depok. Ditambah dengan bermain ke sosial media timnya yaitu Syakilla Tim. Akhirnya bismillahirrahmanirrahim dengan segala keterbatasan saya mencoba untuk berani memberikan sedikit ulasan, sebagai berikut :

1. Analisa Dampak apakah cukup kuat untuk menggerakkan Aksi untuk jadi bagian dari Solusi? Mengapa?

✅Sependek pemahaman saya saat membaca apa yang tertulis di jurnal. Analisa dampak sosial untuk AKSI tim masih dapat dikuatkan lagi. Lebih fokus pada tindakan spesifik tertentu yaitu untuk membantu "Find My Why" para ibu.

✅Tertulis pada jurnal, analisa dampak penting untuk melihat dan mengukur seberapa besar impact yang dihasilkan dari aksi (pilot project) yang sudah dilakukan. Jangkauan langsung kepada follower sedangkan tidak langsung non follower. Jangkauan perubahan seperti apakah yang dimaksud dan jadi target tim akan lebih mudah dilakukan jika dijelaskan rinciannya.


2. Theory of Change apakah prosesnya sudah dapat diterima dengan runtut?

✅Secara komposisi sudah cukup runtut dan akan menjadi luar biasa lagi jika dapat dikembangkan dan dikerucutkan lagi agar semakin fokus pada Impact yang jauh lebih dalam.


3. The Logic Model setelah dilakukan pengecekan ulang pola. Apakah bisa terus bergerak ke ara impact tahapan logikanya?


✅Menurut saya melihat polanya masih bisa lebih dispesifikkan. Misal konten baik yang dimaksud bentuknya berupa apa? Atau seperti apa yang dapat membantu ibu untuk bisa memahami peranan, menerima tantangan dan juga tetap mengembangkan potensinya. 


✅Tahapan logika yang disusun sependek pemahaman saya, tetap dapat bergerak ke arah impact, hanya saja akan lebih besar lagi dampaknya jika ke depan dalam melakukan AKSI (menyusun kurikulum; pilot project). Tim juga didukung oleh desainer profesional dan content planner media sosial yang mumpuni, handal, mampu bertanggungjawab dari isi hingga desain yang menarik minat netizen secara umum. Atau menunjuk member yang menguasai untuk membuat strategi di media sosialnya, agar dapat terus berkembang dan berkelanjutan dampaknya.

4. Perbandingan antara Tabel Risk Management dan Tabel Stop, Continue, Start apakah struktur berpikir pengambil keputusannya sudah benar?

✅Tabel Stop Continue and Start akan semakin baik jika dimulai dengan menulis langkah nyata tindakan atau program yang sudah dilakukan sejauh ini. Misal untuk program 'Ngemil Bareng' , continue, dua mingguan. Jadi langkah berikutnya terkait pencapaian tujuan AKSI/ dapat segera dibenahi, direalisasi dan lebih berdampak.

Itulah ulasan untuk jurnal umpan balik apresiAksi untuk buddy saya. Mudah-mudahan berkenan dan mohon maaf lahir batin jika ada kekeliruan pemahaman. Semoga di sisa usia kita selalu dimudahkan terus bergerak menebarkan kebaikan dan manfaat pada setiap kesempatan.

Aamin.


#sistemumpanbalikmateri7
#apresiaksi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
#ibuprofesionaluntukindonesia
Read More

Jurnal Materi Tujuh Kampus Ibu Pembaharu : Analisa Dampak Sosial untuk ApresiAKSI

Selasa, 30 November 2021


Makin seru saja materinya nih mendekati akhir tahun. Bukan karena tenggat realisasi proyek segera berakhir, tetapi karena memang tim harus mulai makin mengkalkulasi aksi yang telah dijalankan. Apakah mengerucut pada hasil dan dampak yang diharapkan atau masih banyak yang harus dibenahi?

Butuh waktu yang lumayan panjang untuk berdiskusi tentang materi ketujuh ini. Selain banyak aktivitas dan timeline lain yang juga harus diprioritaskan. Materi apresiAksi banyak poin yang perlu dikaji bersama dengan hati-hati.

Sembari mempersiapkan Webinar Series yang tim agendakan di awal bulan November. Kami sepakat akan membagi tugas untuk mengerjakannya. Alhamdulillah setelah webinar terlaksana, di hari Jumat sore, minggu berikutnya saat pertemuan daring rutin. Kami mulai berbagi peran dibantu dengan aplikasi Random Picker agar lebih adil dan cepat dalam penentuan.

Setelah dibagi sore itu, malamnya sambil terus berkoordinasi di WhatsApp Grup Ruang Bicara. Kami berusaha menuntaskan apa saja yang jadi tanggung jawabnya. Saling memberikan masukan dan koreksi.

ANALISA DAMPAK SOSIAL

Social Impact

Merupakan pengaruh aksi tim terhadap manusia dan lingkungan tempat aksi tim dilaksanakan. Dampak sosial mengacu pada hasil positif dari aksi tim, yang menghasilkan kesejahteraan yang semakin baik, akses ke hak asasi manusia dan manfaat lainnya bagi orang-orang yang terkena dampak langsung dan tidak langsung.

Pentingnya Analisa Dampak Sosial

Alasan mengapa penting bagi tim untuk menganalisa dampak sosial bagi aksi yang sudah dilakukan adalah :

1. Perlunya mempertimbangkan dampak langsung dan tidak langsung.
2. Ruang untuk memperbaiki aksi.
3. Sudut pandang penerima manfaat.

Menurut Tim Ruang Bicara Analisa Dampak Sosial kami sebagai berikut :



THEORY OF CHANGE

Langkah selanjutnya adalah memperhatikan theory of change yanh yang meliputi input, activities, output, outcome, dan impact 

Input

Materi, informasi, dan pengetahuan yang Anda dam tim Anda butuhkan untuk dapat melakukan AKSI, biasanya berupa kata benda.

Activities

Tugas yang akan dilakukan selama melaksanakan AKSI/PROYEK. Lebih baik diungkapkan dengan kata kerja dalam bentuk dasarnya (misal melakukan, menyediakan, membuat, mengantarkan, mengajar, membuat

Output
Dampak langsung yang akan ditimbulkan oleh AKSI/PROYEK.

Lebih baik diungkapkan melalui kata kerja dalam bentuk lampau (misal telah terlatih, telah diproduksi, diajari

Outcome
Efek jangka pendek dari output. Lebih baik diungkapkan melalui kata-kata yang menggambarkan perilaku yang dirasakan (meningkat, menurun, ditingkatkan dll)

Impact
Efek jangka panjang yang disebabkan oleh hasil. Biasanya diungkapkan menggunakan kata kerja "berkontribusi". Karena perubahan jarang disebabkan hanya oleh satu faktor saja. Fokus pada dampak berkelanjutan.

Berikut ini adalah Theory of Change kami :


THE LOGIC MODEL

Berbekal theory of change yang telah dibuat sebelumnya, maka kami dapat membedahnya agar menjadi lebih rinci lagi. Hasilnya bisa dilihat pada tabel berikut ini :


RISK MANAGEMENT

Seiring dengan telah terealisasinya kegiatan, maka tim diharapkan sudah memahami resiko-resiko yang akan terjadi. Sehingga untuk proyek kegiatan berikutnya dapat diantisipasi ataupun sebaliknya bahkan dieliminasi.

1. Accept merupakan saat tim menerima kemungkinan resiko yang terjadi. Biasanya dipilih karena dampak resikonya lebih rendah dibandingkan lainnya.

2. Mitigate. Tim mengurangi kemungkinan dan/atau dampak dari resiko yang terjadi. Mitigate fipilih jika dipandang resikonya sedang.

3. Transfer, artinya kita mengalihkan tanggung jawab resiko kepada pihak lain. Tindakan ini dipilih jika faktor potensialnya berdampak tinggi dan mahal

4. Avoid, pilihan untuk menghilangkan penyebab resikonya agar tidak terjadi. Dipilih jika memang dampaknya tinggi dan tidak dapat dibiarkan terjadi.

Hasil analisa risk management menurut Tim Ruang Bicara sebagai berikut :

Nah, last but not least dari semua yang telah disampaikan di atas maka tim Ruang Bicara bersepakat terkait apa yang harus dilanjutkan, dihentikan dan/atau membuat alternatif kegiatan baru yang diharapkan lebih sesuai, bermanfaat serta berdampak.

Demikian jurnal materi ketujuh ini kami susun sepenuh hati. Besar harapan kami_dengan segala keterbatasannya_, semoga proyek ini dapat terus berkelanjutan. Amin.

#apresiaksi 
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
#ibuprofesionaluntukindonesia
Read More

Jurnal Umpan Balik Ke-6 Bunda Salihah : Aksi untuk Solusi

Selasa, 02 November 2021

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabbarakatuuh

Keriuhan perhelatan Kongres Ibu Pembaru telah usai dan kini kembali mahasiswi Bunda Salihah harus menunaikan tugas lainnya. Yaitu, memberikan umpan balik ke pada buddy yang sudah terpilih secara acak oleh sistem.


Alhamdulillah setelah menemukan siapa yang menjadi teman berbagi umpan balik. Nomor WhatsApp yang tertera tidak bisa dihubungi. Akhirnya saya memutuskan untuk langsung menuju link jurnal 'Aksi untuk Solusi' yang tertera.


Ketika melihat dan membaca jurnal milik tim buddy saya, jujur saja reflek mata saya serasa dimanja. Jurnalnya rapi, bersih sebab selain memilih warna latar halaman putih. Warna huruf juga dipilih yang lembut jadi nyaman dilihat.


Setelah saling bertegur sapa, mengucapkan salam perkenalan. Beliau memberikan link jurnal seperti yahg tertera pada tautan pengumuman. Maka segera saja saya berusaha membacanya kembali lebih seksama.

Beberapa pertanyaan sempat saya lontarkan karena rasa ketertarikan dan kepo untuk menggali informasi terkait Rumabar. Berharap mampu mengambil ilmu dalam meramu aksi nantinya.


Melalui penuturan buddy saya bisa mengambil kesimpulan bahwa Komunitas Rumabar telah melakukan aksi-nya dengan penuh kesungguhan.

Menurut beliau Rumabar memiliki tantangan untuk menyuguhkan sesuatu yang membedakan komunitasnya dengan komunitas bermain lainnya. Sesuatu yang akan menjadi ciri khas tim.


Ciri khas tersebut tidak langsung didapatkan melainkan perlu proses panjang sampai nanti secara alamiah ketemu sendiri apa keunikan tersebut.

Saat ini tim sedang berupaya konsisten menjalankan yang telah direncanakan. Ya itu rutin melakukan posting, mencari dan membagi info terkait serunya bermain bersama. Sehingga pada saatnya menemukan momentumnya terkait apa yang sesuai dengan komunitas Rumabar.

Demikianlah jurnal umpan balik mengenai komunitas Rumabar yang luar biasa. Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik. Salah satunya adalah untuk selalu menjaga ritme gerak tim agar secara alamiah pengalaman prosesnya terserap dengan baik oleh para membernya.

Wallahu'alam bishawab

Semoga Allah selalu rida dan memberikan berkah kelancaran untuk segala proses kebermanfaatan kami semua. Aamiin.

Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabbarakatuuh
#sistemumpanbalikmateri6
#aksiuntuksolusi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
#ibuprofesionaluntukindonesia
Read More

Alinea Kelima Jurnal Ibu Pembaharu : Highlight dan Key Update untuk Beraksi

Selasa, 28 September 2021


Seperti biasa, setiap pekan selalu ada saja ilmu baru dan semakin menantang untuk menuju titik fokus pergerakan_aksi. Materi yang disampaikan masih berkisar pada fokus permasalahan agar lebih mengerucut lagi.

Sehari setelah materi disampaikan oleh 'founding mother' segera_seperti biasa_diulas via diskusi sederhana dalam grup kecil kami. Lalu, pada hari Jumat ketika jadwal reguler pertemuan tim. Kami bahas lebih spesifik lagi terkait dengan materi yang disampaikan.


1. HIGHLIGHT & KEY UPDATE

Hal pertama yang kami bahas adalah highlight and key update. Yaitu berisi tulisan atau kalimat apa saja yang ingin tim sampaikan kepada audiens. Termasuk berbagai poin penting yang penting untuk didengarkan oleh masyarakat; calon penerima manfaat. Tetap harus menggunakan peta SMART agar selalu sama dengan rencana milestone-nya.

Setelah berdiskusi serius tetapi santai, berikut kalimat penting yang perlu orang lain dengar tentang aksi kami, antara lain :

1. Perempuan dan Anak Mampu Berdaya Menghadapi Perilaku Kekerasan
2. Perempuan dan Anak Memahami Aneka Ragam Kekerasan

Peta SMART
     Milestone 1 Target Pencapaian (ingin mencapai apa?) :
       1. Memahami dengan baik macam- macam perilaku kekerasan
       2. Mengenal emosi
       3. Belajar kemampuan dasar bela diri
       4. Memahami Definisi Kekerasan pada Perempuan dan Anak
      
       Milestone 2 :
       1. Meningkatkan kemampuan bertahan dan bela diri
       2. Melakukan terapi atau healing
       3. Live sharing di media sosial
      
      
       Milestone 3 :
       1. Sharing pengalaman
       2. Coaching utk healing dan bela diri
       3. Menjalin network dan kerjasama dengan pihak lain yang 1 visi
      

Indikator Keberhasilan

Milestone 1 :
1. Selama periode, mencapai 200 follower di Instagram dan Fanpage Facebook
2. Kunjungan ke website Ruang Bicara
3. Terjalin interaksi aktif dengan follower (engagement)-komentar, like atau repost

Milestone 2 :
1. Menghasilkan 10 seri video pendek bela diri
2. Followers sosial media 200 orang hingga akhir tahun 2021
3. Membuat live sharing yang terbuka untuk umum
4. Memiliki acara LS yang rutin di akun sosial

Milestone 3 :
1. Menghasilkan karya digital para penyintas
2. Melakukan sesi coaching online dan offline
3. Menjalin networking dan kerjasama dengan pihak lain

Highlight gerakan aksi


Milestone 1

Kenal, merupakan aksi tim kami untuk mengajak perempuan mengenal bentuk-bentuk kekerasan.

1. "Kenali dan Lindungi Dirimu"

2. "Tak Kenal (maka) Tak Aman"


Milestone 2

Atasi, yaitu Aksi tim untuk penyintas mampu mengatasi kekerasan yang dialaminya.

1. "Berani Bilang Tidak"
2. "Percaya Diri"


Milestone 3 

Berbagi merupakan Aksi tim untuk membantu penyintas kekerasan.

1. "Berani Bicara, Pandai Bicara, Bukan Banyak Bicara...Ayo Bicara"
2. "Saatnya Bicara"
3. "Berani Bicara Mengubah Dunia"



2. TIMELINE OF HIGHLIGHT

Pada tahapan ini kami harus menentukan timeline tema yang ingin diangkat. Highlight per-milestone termasuk memikirkan bagaimana bentuknya.

Milestone 1 :
1. Perempuan Pahami Kekerasan
2. Yuk, Pahami dan Kenali Perilaku dan Tindakan Kekerasan di Sekitar Kita

Milestone 2 :
1. Menjadi Perempuan Pemberani
2. Atasi Kekerasan Hindari (Penyesalan)

Milestone 3 :
1. Sharing is Caring
2. Sharing is Power
3. Hand in Hand
4. Bersama Kita Bisa
5. Kita Kuat Jika Bersama

Setelah itu kami membawa pembicaraan pada tahapan berikutnya yaitu tentang kampanye.


3. CAMPAIGN

Tujuan dari tahapan ini adalah 1). mengenalkan program, 2). Mencari penerima manfaat, 3). Mencari dana

Jenis-jenis media yang bisa menjadi alat untuk kami kampanye dapat berupa video, audio, audio visual, live streaming dan lain sebagainya.

Sebagaimana jenia media yang bermacam-macam, maka platform kampanye juga beragam. Ada Facebook, Instagram, presentasi program, crowdfunding platform dan lain sebagainya.

Selama penggunaannya tim harus selalu berbasis data agar dapat mengukur dampak, interaksi atau insight Instagram, impression dengan follower.

Seyogianya tim memanh diharapkan membuat website sebagai induk atau rumah virtual dari proyek yang akan dijalankan. Berisi semua informasi lengkap yang dapat menjelaskan dasar pemikiran, gagasan tentang gerakan yang dilakukan tim. Sedangkan Instagram, Fanpage Facebook dibuat dengan tujuan sebagai etalase.

Puji syukur, Alhamdulillah kami dari Ruang Bicara pun menyediakan kelengkapan gerakan tersebut. Berikut platform dan akun sosial media yang tim Ruang Bicara persiapkan :
🌐Website www.ruangbicarasmg.blogspot.com
📧Instagram : Feed, Reels dan IgTV
💌 Facebook : Post, Libe Sharing
📣 Zoom, Google Meeting


4. Update dengan analisa SWOT


Tahapan ini kami mendiskusikan mengenai perkembangan secara berkala dengan membuat analisis SWOT.

Strengths :

1. Resources (Penyintas, Coach, Speaker)
2. Networking
3. Content Creator
4. Web Developer


Weakness :

1. Audio Video Designer
2. Jarak antar anggota tim
3. Penggunaan berbagai versi terbaru dari media sosial

Oppurtunities :
1. Kondisi serba daring memungkinkan untuk membuat webinar dalam skala yang lebih luas (peserta maupun wilayah)
2. Sharing penyintas dapat dibuat karya digital
3. Meningkatkan kemampuan editing untuk flyer dan video

Threats :
1. Jarak bisa menjadi ancaman bagi tim apabila kami tidak sering berkordinasi secra online.
2. Tidak memiliki design graphis yang profesional bisa membuat hasil flyer atau video tim kami tidak/kurang menarik


5. FUNDRAISING

Jika diperlukan dapat bekerjasama dengan platform fundraising seperti kitabisa.com atau yang lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Namun, tampaknya selama satu tahun ke depan dalam milestone tim kami, belum membutuhkan pendanaan yang terkait biaya penunjang kegiatan.

Demikianlah perjalanan jurnal keempat yang semakin terasa luar biasa tantangannya. Masya Allah Tabarakallah. Semoga Allah mampukan hingga akhir sesuai niat, impian dan tujuan kami.

Read More

Alinea Ke-4 Jurnal Ibu Pembaharu : Menetapkan Smart Goal dan Sumberdayanya

Selasa, 07 September 2021

Jeeng ..jreng...woilaa sudah sampai di jurnal keempat nih. Belum separuh jalan sih tapi persiapan demi persiapan ini memang harus dipastikan kokoh sejak dini. Berbagai kemungkinan harus dipertimbangkan dan diperhatikan dengan cermat.

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah jumlah anggota tim yang tidak terlalu buncit dengan aneka kesibukan masing-masing. Membuat kami memang sejak awal berhati-hati mewujudkan rencana.

Terutama saya sih yang harus merawat energi dan binar kebahagiaan untuk mewujudkannya agar tidak tiba-tiba redup di tengah jalan. Endurance memang merupakan tantangan pribadi yang harus saya taklukkan sejak dulu.^_^

Apalagi dengan penyesuaian jam pertemuan dalam jaringan kami yang juga berbeda. Memang perlu benar langkah-langkah Smart agar selalu terhubung.

Sejak materi ke-4 disampaikan seperti biasa kami segera bawa ke WhatsApp grup tim 'Ruang Bicara' untuk diskusi dan bisa langsung saling menanggapi.

Kali ini misinya adalah 1). Menetapkan Tujuan, 2). Memperkuat Niatan, 3). Memperbesar Harapan dan 4). Menjalani Pencapaian.

Setelah di tahap sebelumnya kami mulai dengan mengidentifikasi masalah, membangun tim yang efektif, kemudian bersama-sama menyelami masalah. Kini tiba saatnya meramu tujuan agar arah melangkah kami lebih pasti.

Tiap-tiap lini kehidupan baik personal maupun organisasi yang dilakoni manusia memang membutuhkan tujuan. Hidup akan terasa lebih hidup. Merancangnya dengan baik akan membantu perjalanan menjadi lebih teratur dan terhindar dari kesia-siaan. 

Tujuan yang SMART

"Orang yang tidak memiliki tujuan akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki tujuan". Begitulah kalimat yang disampaikan oleh founding mother. Sepakat sih ini, jika terombang-ambing tidak memiliki tujuan pasti yang ada akan dimanipulasi oleh orang-orang yang memiliki kepentingan dan tujuan.

Oleh karenanya membuat tujuan pun harus SMART. Tidak asal ala kadarnya. Namun, harus diperhatikan dari segala sisi Jika tidak membawa perubahan, terlalu mudah dicapai, terlalu sulit, terlalu rumit dan muluk, maka semua itu berpotensi membawa kegagalan.

Beberapa cara yang harus dilakukan saat membuat tujuan adalah sebagai berikut : 

1. CLARITY
 Maksudnya tujuan harus disusun dengan jelas, dan mudah dipahami.

2. CHALLENGE
Membuat tujuan jangan terlalu mudah. Boleh sulit namun masih dapat diraih. Ibarat dalam bahasa Jawa, "Gayuk gayuk tuno". Artinya misal ada mangga yang matang di pohon dan tidak bisa kita raih dengan tangan. Namun, kita cukup melompat saja untuk bisa mengambil menikmatinya. Tidak perlu menggunakan bantuan galah atau alat bantu lain.

3. COMMITMEN
Berani membuat tujuan dan impian harus berani berkomitmen juga untuk mewujudkannya. Kalau tidak hanya akan teronggok jadi angan-angan.

4. FEEDBACK
Untuk merayakan proses pencapaian tujuan kita memerlukan umpan balik. Feedback sangat membantu diri kita mengontrol semangat agar tetap menyala. Sehingga perlu membuka diri dengan pihak luar agar dapat menyampaikan penilaian. Jika ada beserta kritik dan saran untuk perbaikan tentang apa yang sudah kita lakukan.

Proses Membuat Tujuan yang SMART

1. Spesifik
Seperti di awal sangat disarankan untuk meramu dan menjabarkan kembali tujuan dengan 5W plus 1H.

2. Measurable
Tujuan yang baik dan tepat akan mudah dicapai jika logis dan dapat diukur.

3. Achievable
Selain dapat diukur tujuan harus juga mampi diraih.

4. Relevant
Tujuan akan mudah dicapai bila dapat berdampak dan bermanfaat secara bagi diri kita. Atau ada hubungannya dengan kehidupan kita secara langsung.

5. Time Bound
Menetapkan batasan waktu dalam mencapainya salah satunya dengan cara memilih milestone, memetakan sumber daya sekaligus mengatur strategi.



Langkah selanjutnya dalam meramu Smart Goal, adalah membahas penentuan lingkup Golden Rules.


Golden rules merupakan sebuah tindakan yang harus diambil dan lakukan ketika secara personal dan juga tim dalam kondisi terburuk 

Perlu juga membuat rancangan 'Exit Procedure atau syarat, tata cara keluar dari tim. Maka kami pun juga mencoba merancangnya.

Demikian jurnal keempat ini saya buat berdasarkan alur dan hasil pembahasan dari tim Ruang Bicara. Semoga Allah selalu rida.

Tabik!

#smartgoalsdansumberdaya 
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
#ibuprofesionaluntukindonesia
Read More

6 Langkah Lebih Dekat Memahami Masalah : Alenia Ketiga Jurnal Ibu Pembaharu

Rabu, 18 Agustus 2021


Materi ketiga yang disampaikan beberapa minggu lalu. Mengajak saya dan tim untuk lebih mengenal permasalahan yang akan kami angkat. Ya, Understanding Your Problem. Itulah tema materi ketiga di kampus hijau ibu pembaharu.

Seperti biasanya kami diberi waktu 2 minggu waktu untuk mendiskusikan materi ketiga bersama tim. Puji syukur, Alhamdulillah meski salah satu dari kami berlima ada yang berhalangan hadir. Diskusi dalam daring bisa diselesaikan. Meski harus berkejaran dengan sinyal, terutama di lokasi tempat tinggal saya.

Kami menggali lebih jauh dan dalam lagi tentang segala yang berkaitan dengan masalah kami. Ada 6 langkah yang harus kami lakukan yang dikenal dengan metode starbrusting. Yaitu menggunakan 6 ujung bintang yaitu :

1. What
2. When
3. Where
4. Who
5. Why
6. How

Melalui metode tersebut kami mencoba menyelami peta permasalahan terkait dengan masalah yang dianggap krusial oleh tim kami. 

Tatap muka dalam jaringan yang kami lakukan menggunakan panggilan video grup di WhatsApp. Selama kurang lebih dua jam kami berdiskusi. Membahas masalah dari berbagai sudut pandang. Mengulik lagi apa yang jadi motif dasar kami ingin menuntaskannya. Obrolan yang seru dan asyik banyak hal baru yang ditemui sepanjang kami berdiskusi.

Kemudian, kami juga bersepakat lebih menggunakan media Instagram nantinya untuk upaya mengedukasi masyarakat.
Tim yang kami namakan Tim Ruang akan berbagi tugas untuk menghidupkannya. Kami yang berjumlah lima orang ini memiliki preferensi sendiri tentang definisi kekerasan. Mulai dari yang mengakui pernah jadi pelaku, penyintas juga pemerhati. Diskusi tim menjadi makin asyik karena banyak hal baru yang kami temukan semakin beragam.

Selengkapnya tentang jurnal hasil diskusi asyik kami di materi 3 ini bisa dibaca di sini.

Selamat membaca dan selamat menemukan inspirasi bersama kami.

#materi3 #understandingyourproblem #ibupembaharu #bundasaliha #dariduniauntukrumah #hexagoncity #institutibuprofesional #semestakaryauntukindonesia #semestanayanika




Read More

Alinea Kedua Ibu Pembaharu : Membangun Tim Tangguh Impianku

Selasa, 27 Juli 2021

Setelah melewati alinea pertama yakni mengidentifikasi masalah yang mengusik keresahan pribadiku. Kini benar-benar harus berusaha mewujudkan perubahan empati menjadi aksi. Apalagi sudah dapat lencana apresiasi. Bintang empati dan lulus materi 1.



Alinea kedua ini kami diberikan waktu dua minggu untuk membangun tim solid. Langkah awal yang harus selalu dipegang adalah setia pada problem statement yang telah ditetapkan di awal. Percaya diri untuk terus melanjutkan perjalanan.



Selanjutnya kami diminta untuk melakukan kampanye untuk mengenalkan user persona diri. Inti tujuan langkah ini semacam pengajuan proposal diri untuk membangun sebuah tim.

Apakah cukup? Ya, tentu saja tidak. Membangun chemistry hingga mengenali persepsi seseorang bukanlah perkara gampang. Sebelum kampanye pribadi saya mulai rupanya rekan saya satu regional, Mbak Indah Laras telah mengunggah kampanyenya terlebih dahulu. Fokus tema yang sama yaitu perundungan atau bullying. Akhirnya kami bercakap-cakap secara pribadi melalui WhatsApp.


Kami pun membentuk kelompok percakapan WhatsApp tersendiri untuk proyek ini. Tidak ada masalah cukup berarti komunikasi saya dengan beliau. Sebab memang sejak 2017 kami berdua tergabung dalam proyek yang sama untuk kampanye anti bullying di kota Semarang. Gayung bersambut menyusul kemudian Mbak Dini dari Ibu Profesional Surabaya, Mbak Marita, dan Mbak Rahma.


Kami berlima kemudian mencoba untuk saling berinteraksi dan berdiskusi. Meski percakapan daring begini, jangankan bagi lintas kota lintas propinsi yang dalam kota saja seringkali terkendala sinyal dan perbedaan jam online antar anggota.


Dan, karena kami sudah berkomitmen untuk menyesuaikan kapanpun waktu lenggang yang dimiliki bisa langsung bisa ditanggapi. Jadi Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan semoga seterusnya hingga program atau gerakan ini bisa diwariskan kemanfaatannya.


Tahap awal komunikasi kami berfokus pada saling mengenalkan diri, seperti yang telah dituliskan pada user persona.

Kami melanjutkan dengan mendeskripsikan alternatif solusi yang kami impikan. Apa tujuan proyek ini diadakan? Seperti apa program ini akan berjalan? Dan sebagainya. Selengkapnya bisa dilihat di sini.



Selanjutnya kami saling menggambarkan dan menjelaskan apa sumberdaya yang kami punyai. Softskill dan Hardskill. Sesuatu yang akan bisa jadi bekal kami untuk mencari jalan solusi bagi problem statement kami. Setelah mengemukakan kekayaan personal yang kami miliki, kami pun merangkumnya agar lebih mudah untuk membuat kelanjutan peta.

Terakhir, melihat dan mengenali sumberdaya yang sudah ada pada tim kami. Maka berikutnya kami berbagi peran dan tugas masing-masing dalam proses mewujudkan impian ini.

Semoga saja peran kami ini bisa memberikan manfaat kepada sesama perempuan. Bukan menjadi kelompok sebaliknya. Jika bukan kaumnya sendiri yang memberikan dukungan, maka siapa lagi yang bisa mengerti?


Demikian cerita dalam jurnal kali ini salam ibu pembaharu. "Dari Rumah Untuk Dunia"; Every mother--every people-- is a changemaker.

#materi2
#membanguntimyangsolid
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Read More

Alenia Baru Ibu Pembaharu : Umpan Balik#1

Selasa, 13 Juli 2021


Bismillahirrahmanirrahim

Hai, hai...
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabbarakatuuh

Minggu ini kewajiban para mahasiswi Bunda Saliha adalah saling memberikan umpan balik dari tugas Jurnal Identifikasi Masalah di pekan sebelumnya.

Oleh karenanya saya mencoba merangkum kembali apa yang ditulis rekan perjodohan saya. Beliau ialah Mbak Atika Yustina dari Ibu Profesional Bekasi. Menulis kembali permasalahan dan target keberhasilannya. Berikut Problem Statement yang ditulis beliau :

Pertama, beliau ingin menurunkan berat badan, agar tidak muncul gangguan kesehatan. Kedua, ketika berat badan naik masalah kesehatan muncul, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk komunikasi dengan suami dan keluarga

Jodoh saya ini menyatakan masalah ini sudah selesai jika tercapai keseimbangan (balance) dalam menjalani perannya sebagai istri, ibu, anak, masyarakat dan Hamba-Nya. Badan fit dan bugar.



Lalu, setelah problem statement saya mencoba memperhatikan Analisa Akar Masalah yang disampaikan beliau. Berikut yang menurut beliau menjadi masalah besar :

1. Fit Journey yang tidak konsisten
2. Kegiatan olahraga hanya di rumah dan sekitarnya mengakibatkan jenuh
3. Belum sesuai waktu, kualitas dan kuantitas olahraga

Berikutnya menurut beliau Akar Masalah yang pertama adalah :

Tidak ada bimbingan dari profesional secara utuh dalam fit journey, melihat keseluruhan sisi hidup dan kegiatan sehari-hari.

Sedangkan untuk Akar Masalah 2, beliau menyampaikan bahwa belum menemukan pola hidup yang sesuai dengan kegiatan sehari-hari dan sesuai kemampuan. Semua pola diharapkan berhasil cepat karenanya harus latihan terlalu keras.

Pada bagian hasil yang tampak beliau menuliskan :
1. Fit Journey Up and Down
2. Emosi tidak stabil karena kelelahan meski badan fit.

Saya agak berhati-hati karena belum banyak pengetahuan saya terkait Fit Journey. Maka setelah membaca jurnal beliau, saya wajib menutrisi wawasan mengenai pola diet yang tepat.

Hingga akhirnya memberanikan diri untuk memberikan umpan balik sebagai berikut :



1. Apa yang sudah baik ?

Niat dan rencana Fit Journey yang dibuat sudah sangat baik, bahkan tercetus sejak masih ada di kelas bunda produktif.

Tujuan fit journey pun luar biasa untuk meningkatkan kualitas hidup pribadi yang pastinya akan berdampak luas pada lingkungan sekitarnya. Utamanya keluarga.



2. Apa yang perlu diperbaiki?

Setelah membaca, mencoba memahami dan melakukan percakapan. Ditambah sedikit pengetahuan yang saya punya. Baik dari yang saya baca dan pengalaman teman-teman yang pernah menjalankan 'diet'. Tampaknya yang bisa saya titip sarankan adalah menambahkan sumber data atau literasi terkait pola diet yang gagal dan yang berhasil. Contohnya karena latar belakang saya mempelajari hipnoterapi maka saya memberikan tautan YouTube Chanel Dewi Hughes. Seorang hipnoterapis yang berkonsentrasi untuk membantu kliennya untuk pola hidup lebih sehat.

Hal ini diharapkan dapat membantu beliau untuk lebih bisa menata pemahaman dan mindset awal penerapan pola yang akan dijalankan nanti, sehingga bisa mencapai target dengan bahagia.

Misalnya, sebelum membuat rencana Fit Journey memahami kembali bahwa diet merupakan suatu proses penyelarasan pola makan. Saat sudah selaras harapannya terbentuk kebiasaan baru, lalu dapat diadaptasi sebagai bagian dari gaya hidup. Layaknya perubahan hidup dari sebelum menikah kemudian menjalani peran kehidupan setelah menikah. Ada langkah-langkah proses penyesuaian.

Sehingga apapun situasi dan kondisi yang sedang terjadi pada saat berikhtiar melakukan Fit Journey tersebut tidak akan bisa mempengaruhi beliau.



3. Apakah Problem Statement akan benar-benar diselesaikan dalam waktu 6 bulan?

Menurut beliau dengan penuh keyakinan sudah ada tahapan yang direncanakan untuk mencapai tujuan 6 bulan kedepan.

Terakhir sebelum menutup tulisan umpan balik ini. Ijinkan saya .eminjam pernyataan DR. dr. Tan Shot Yen, M.hum, bahwa tidak ada cara yang praktis dan instan untuk hidup lebih sehat. Apalagi berharap kebiasaan baru itu akan menjadi pola yang menetap. Semua harus diawali akal sehat, dimulai dengan benar serta dijalankan secara wajar.

Semoga Allah memberikan kemampuan dan kekuatan kemauan untuk meraih apa yang dicita-citakan oleh beliau dan pastinya saya juga dong. Semangat!! ^_^

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabbarakatuuh

#umpanbalik1
#Identifikasimasalah
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity

Read More

Alenia Baru Ibu Pembaharu

Selasa, 06 Juli 2021

Masuk kelas lagi! Hurayyy...

Bismillahirrahmanirrahim, akhirnya setelah liburan panjang perkuliahan pun dimulai kembali. Yah, seneng sih tapi penasaran juga jadi campur aduk deh rasanya.

Memutuskan masuk tahapan kelas Bunda Salihah batch pertama ini cukup banyak  merenung. Terbayang tantangan seperti apa yang bakal dihadapi nanti sudah jadi serem duluan. Akhirnya berbekal ijin suami dengan sejumlah syarat dan kondisi memberanikan diri untuk lanjut. Mencoba menjadi manusia masa kini. Artinya,  "Ya...yang nanti ya nanti aja. Jalani dan nikmati dulu." Kadang suka khilaf belum apa-apa sudah meremehkan diri sendiri. 

Agenda perkuliahan perdana di Kampus Ibu Pembaharu ini berisi pengenalan dan pembahasan :

1. Indikatornya Sukses
2. Tahapan Menjadi Ibu Pembaharu
3. Problem Statement
4. Analisa Akar Masalah

Di awal sengaja tampilkan gambar yang berisi sebuah narasi cantik penyemangat dari Founding Mother. Kalimat yang membuatku merasa makin kepo. Iya, kepo kira-kira bisa enggak selamat sampai enam bulan ke depan hingga proyek impian mewujud. 

Malam itu kami diajak untuk memahami tahapan menjadi inovator sosial dengan mengidentifikasi sejumlah permasalahan. Baik permasalahan personal maupun komunal atau masalah yang ada disekitar kita.

Proses mengidentifikasi masalah ini cukup menarik dan menantang untukku. Bagaimana enggak menantang kalau banyak banget tulisan masalahnya. Alhasil setelah mengendapkan apa yang sudah dituliskan. Aku mengerucutkan ke dalam beberapa teman serumpun.

Berikut ini beberapa identifikasi masalah besar yang menurut saya penting untuk disikapi saat ini.

 
Ada sembilan poin yang menjadi konsentrasi permasalahan yang menantangku. Sekian lama memang sudah berjibaku dengan isu dan kampanye perundungan. Rasanya ya akhirnya tema itu yang masih menyita perhatianku.

 Setelah mengidentifikasi masalah berlanjut ke langkah memastikan apakah benar-benar itu masalah untuk saya? Beberapa saat saya harus mengendapkan pemikiran sebelumnya, dan di bawah ini hasilnya.

Melangkah ke tahapan selanjutnya adalah menentukan batasan pencapaian. Kenapa? Karena setiap langkah perlu ada evaluasi. Jika terukur kita bisa menetapkan langkah-langkah bermanfaat selanjutnya. Bila belum berhasil, maka bisa dimodifikasi kembali hingga mendekati apa yang dicita-citakan.

Setelah langkah ketiga dilakukan, selanjutnya tahap penting keempat. Bagian ini berisikan informasi yang memberikan konteks lebih luas  tentang masalah yang sedang dihadapi.

Terakhir dari semua langkah identifikasi masalah ini adalah menganalisa akar masalahnya. 

Demikianlah hasil perenungan dan percakapan dengan diri sendiri serta buah literasi juga diskusi sana sini. Harapannya selama enam bulan ke depan semua impian akan benar-benar tampak berdampak

Everyone a changemaker Movement. 

Saatnya memilih berubah atau kalah! Salam Ibu Pembaharu.

#materi1

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia
Read More